1. Sp O2 > 95% ;
- normal
- tidak membutuhkan tindakan
-
2. Sp O2 91% - 94 %
- Masih dapat diterima tapi perlu dipertimbangkan
- Kaji tempat pemeriksaan dan lakukan penyesuaian jika perlu
- Lanjutkan monitor pasien
3. Sp O2 85% - 90 %
- TInggikan kepala dari tempat tidur dan stimulasi psien bernafas dengan dalam
- Kaji jalan nafas dan dorong untuk batuk
- Berikan oksigen sampai dengan saturasi oksigennya > 90%
- Informasikan kepada dokter
4. Sp O2 <>
- Berikan oksigen 100% oksigen, posisi pasien memfasilitasi untuk bernafas, suction jika dibutuhkan dan beritahu dokter segera
- Cek catatan pengobatan yang dapat men-depresi pernafasan
- Siapkan manual ventilasi atau pertolongan intubasi jika kondisi memburuk
Oksigen Aliran rendah
1. Nasal Kanul
- Indikasi aliran rendah, pemberian oksigen dengan presentase rendah
- Aliran 1 – 6 L/ menit
- Yang terkirim 24% - 44% oksigen
- Pasien dapat makan, minum dan berbicara
2. Transtracheal Cateter
- Aliran 0,25 – 0.5 L/menit
- Oksigen yang terkirim 24 – 44%
3. Masker sederhana
- Indikasi untuk pemberian oksigen dengan presentase tinggi
- Aliran 6 – 10 L/ menit
- Oksigen terkirim 35% - 55%
4. Masker nonrebreather
- Indikasi pemberian dengan presentase tinggi
- Aliran sampai dengan 15 L/ menit
- Oksigen terkirim hingga 100%
Oksigen Aliran tinggi
5. Masker Venturi
- Aliran 4 – 8 L/ min
- Oksigen terkirim 24 – 40%
- Akurat pengiriman O2
Lainnya
6. Ambu Bag
- Indikasi untuk manual ventilasi dari pasien yang tidak atau tidak efektif respiraasi
- Dapat mengirimkan oksigen sampai 100% jika dihubungkan dengan sumber O2
- Sesuaikan ukuran masker